Daftarkan Emiten Baru
Dashboard Dividen IDX
Top 15 — Streak Tahun Bayar Dividen
Top 15 — Median Yield
Top 15 — Median DPR
| Kode | Sektor | Streak | Med. DPR | Med. Yield | DPS Thn Lalu | Cum-Date |
|---|
Prediksi Cum-Date 12 Bulan Ke Depan
Prediksi berbasis pola historis 3 tahun terakhir.
Screener Tier-1
| Emiten | Sub-sektor | q-1 ROE | q-2 FCF | Tier | Verdict |
|---|
Anda perlu masuk untuk mengakses Input Qualitative.
Input Qualitative — m-1 / m-2 / m-4
| Emiten | Kelengkapan |
|---|
—
m-1 Moat
m-2 Management
m-4 Industry Outlook
Panduan Membaca
1. Alur baca: satu jalur, satu arah
Screener → klik baris emiten → Tren → MoS
- Screener — daftar emiten Tier-1. Lihat gambaran besar dulu, jangan langsung ke satu saham.
- Klik baris emiten yang menarik — otomatis pindah ke halaman Tren.
- Tren — riwayat kinerja bertahun-tahun. Cek: apakah bisnisnya konsisten?
- MoS — perbandingan harga pasar vs nilai wajar. Cek: apakah harganya masuk akal?
Selalu urut dari kiri ke kanan. Jangan mulai dari MoS — harga murah tanpa kualitas adalah jebakan.
2. Cara membaca kolom VERDICT (3 elemen)
| Elemen | Contoh | Artinya |
|---|---|---|
| Angka + label | 90.00 · Excellent | Kualitas bisnis. Berubah lambat — hanya saat laporan keuangan baru dinilai. |
| Badge berwarna | Watch | Sinyal tindakan = kualitas × harga hari itu. Ini yang bisa berubah harian. |
| Tanggal kecil | 11/07 | Umur data harga. Makin tua tanggalnya, makin perlu dicek ulang sebelum bertindak. |
Bagaimana badge ditentukan (dua bahan — satu tabel)
Bahan 1 — Kualitas (dari skor 0–100): Excellent ≥ 80 · Good 65–79 · Average 50–64 · Poor < 50
Bahan 2 — Harga (MoS = seberapa jauh harga di bawah nilai wajar, dalam % dari nilai wajar):
Sangat Murah ≥ +15% · Murah +10 s/d +15% · Bagus +5 s/d +10% · Wajar 0 s/d +5% · Kurang −10 s/d 0% · Mahal −15 s/d −10% · Sangat Mahal ≤ −15%
(angka minus = harga DI ATAS nilai wajar)
Tabel badge (kualitas × harga):
| Kualitas ↓ / Harga → | Sangat Murah | Murah | Bagus | Wajar | Kurang | Mahal | Sangat Mahal |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Excellent | 🔵 Strong Buy | 🔵 Strong Buy | 🟢 Buy | 🟢 Consider | 🟡 Watch | 🟡 Watch | 🟡 Watch |
| Good | 🔵 Strong Buy | 🟢 Buy | 🟢 Consider | 🟡 Watch | 🟡 Wait | 🔴 Overpriced | 🔴 Overpriced |
| Average | 🟡 Deep Value Bet | 🟢 Consider | 🟡 Watch | 🟡 Wait | 🟡 Wait | 🔴 Skip | 🔴 Skip |
| Poor | 🔴 Skip | 🔴 Skip | 🔴 Skip | 🔴 Skip | 🔴 Skip | 🔴 Skip | 🔴 Skip |
Catatan: 🟡 Deep Value Bet = sangat murah tapi kualitas biasa saja — hati-hati, bukan zona nyaman. Baris Poor = Skip semua, semurah apa pun.
3. PENTING: kalau badge berubah padahal kemarin beda
Contoh nyata: BBCA bisa tampil Consider hari ini dan Watch besok, lalu balik lagi.
Ini BUKAN tanda perusahaannya memburuk. Perhatikan: angka kualitasnya (90.00 · Excellent) tidak berubah. Yang terjadi: harga pasar bergerak tipis persis di batas Wajar/Kurang (sekitar 0% dari nilai wajar), sehingga sinyal bolak-balik di garis batas tabel di atas.
Cara membacanya: harga sedang pas-pasan — tidak mahal, tidak murah. Kalau ingin masuk, tunggu harga turun lebih jauh di bawah nilai wajar. Badge yang bolak-balik = sinyal sabar, bukan sinyal panik.
4. Batas alat ini
- Screener adalah papan penilaian, bukan daftar rekomendasi. Semua emiten yang dinilai tampil di sini — termasuk yang jelek. Baris merah sama pentingnya dengan baris biru: ia peta larangan, bukan sampah yang lupa dibuang. MPPA sengaja tetap ada sebagai contoh nyata baris Poor — kalau suatu saat ada yang menyarankan saham serupa, Ayah bisa cek dan lihat sendiri kenapa jawabannya tidak.
- 🔴 Skip = larangan keras. Semurah apa pun harganya, jangan dibeli. Kualitas bisnisnya tidak lolos.
- Tanda "—" (misal pada MPPA) = memang tidak dihitung karena datanya tidak memenuhi syarat perhitungan. Ini disengaja, bukan error.
- Verdict adalah alat bantu pertimbangan, bukan perintah beli. Alat ini menyaring dan mengingatkan; keputusan akhir — jumlah, waktu, dan apakah jadi membeli — tetap sepenuhnya di tangan Ayah.
Sefisio Workbench v1.0 · disusun Muhammad · Juli 2026 · rev. 1 pasca-demo
Nilai Wajar & QAM: dari mana angka "harga pantas" berasal
Masalah dasar: harga saham di pasar berubah tiap hari, tapi nilai bisnisnya tidak. Halaman MoS mencoba menaksir nilai itu — disebut nilai wajar (harga yang pantas berdasarkan kondisi keuangan perusahaan).
Gambaran sederhana: bayangkan menaksir harga pantas sebuah rumah. Satu penaksir melihat harga tanah, satu melihat harga sewa yang bisa dihasilkan, satu membandingkan dengan rumah sebelah, satu memakai rumusnya sendiri. Empat angka keluar — 900 juta, 1 miliar, 950 juta, 1,05 miliar. Mana yang benar? Tidak ada yang pasti benar, tapi nilai tengahnya (975 juta) jauh lebih bisa dipercaya daripada satu taksiran mana pun sendirian. Persis itulah yang dilakukan halaman MoS dengan 4 metodenya.
Menaksir nilai wajar tidak bisa dengan satu rumus saja — setiap rumus punya titik buta. Maka Sefisio memakai 4 kacamata sekaligus, lalu mengambil nilai tengahnya sebagai angka akhir:
| Metode | Cara pikirnya | Titik buta |
|---|---|---|
| Graham | Rumus klasik Benjamin Graham (bapak value investing): gabungan laba per saham dan nilai buku | Terlalu pelit untuk perusahaan yang sedang tumbuh |
| Hist. PER | "Pasar biasanya menghargai laba perusahaan ini sekian kali lipat — kalikan dengan laba sekarang" | Buta terhadap perubahan besar di bisnisnya |
| Hist. PBV | Sama, tapi berbasis kekayaan bersih (nilai buku) — paling cocok untuk bank dan properti | Kurang pas untuk perusahaan minim aset |
| QAM Moderat | Metode buatan Sefisio — penjelasan di bawah | Masih muda, belum teruji jangka panjang |
Nilai tengah dari 4 angka ini = nilai wajar median, dan selisihnya terhadap harga pasar = MoS% yang menentukan badge di Screener.
Contoh nyata dari aplikasi (BBCA, per 11 Juli 2026): nilai wajar median = Rp 6.154, harga pasar = Rp 6.175. Harga sedikit di atas nilai wajar (MoS sekitar −0,3%) → masuk pita "Kurang" → badge Watch. Ini contoh yang sama dengan cerita badge bolak-balik di bagian Panduan: harga menari persis di garis batas.
Apa itu QAM?
QAM = Quality-Adjusted Multiple. Ide dasarnya sederhana: "Berapa harga yang biasanya pasar rela bayar untuk perusahaan ini di masa normal — dan berapa jadinya kalau kelipatan itu dikalikan kondisi keuangannya sekarang?"
Ilustrasi dengan angka bulat: sebuah perusahaan mencetak laba Rp 400 per lembar saham. Selama 5 tahun terakhir, pasar biasanya menghargai perusahaan ini sekitar 12× labanya (kadang 10×, kadang 15× — nilai tengahnya 12×). Maka taksiran QAM ≈ 12 × 400 = Rp 4.800 per lembar. Kalau harga di pasar hari ini Rp 3.900, ada ruang aman sekitar 19% — menarik. Kalau harganya Rp 5.500, Ayah sedang diminta membayar lebih mahal dari kebiasaan pasar sendiri — untuk apa?
(Angka sebenarnya di aplikasi menggabungkan dua takaran — laba dan nilai buku — tapi logikanya persis ini.)
Bedanya dengan Hist. PER/PBV biasa, QAM lebih hati-hati dalam tiga hal:
- Pakai nilai tengah, bukan rata-rata — satu tahun aneh (laba anjlok atau melonjak) tidak merusak hitungan.
- Laba dan nilai buku dirata-rata 3 tahun — bukan angka tahun terakhir saja, supaya tidak tertipu satu tahun bagus/buruk.
- Takaran disesuaikan jenis bisnis — untuk bank, nilai buku diberi bobot besar; untuk perusahaan konsumer, laba yang diberi bobot besar. Satu ukuran tidak dipaksakan untuk semua.
Tiga mode QAM di halaman MoS
| Mode | Watak | Catatan |
|---|---|---|
| 🛡️ Konservatif | Paling ketat — melihat 7 tahun ke belakang dan masih memotong hasilnya 20% sebagai pengaman ekstra | Untuk yang mengutamakan keselamatan modal |
| ⚖️ Moderat | Seimbang — melihat 5 tahun terakhir, tanpa potongan | Ini yang dipakai dalam hitungan nilai wajar median |
| 🚀 Agresif | Optimis — berandai perusahaan kembali ke masa emasnya | Pembanding saja; kadang malah lebih rendah dari Moderat, dan itu bukan error — itu sinyal harga sudah tinggi |
Cara pakai untuk Ayah: cukup perhatikan Moderat — dua mode lain adalah pembanding untuk melihat rentang taksiran (dari paling hati-hati sampai paling optimis). Kalau ketiganya berdekatan — misal Konservatif Rp 5.700, Moderat Rp 6.100, Agresif Rp 6.300 — taksiran lebih bisa dipercaya: dari kacamata paling ketat sampai paling optimis, kesimpulannya mirip. Kalau berjauhan — misal Rp 3.000 / Rp 6.000 / Rp 9.000 — artinya bisnis ini sulit ditaksir; angka nilai wajarnya jangan dipegang erat-erat, ekstra hati-hati.
⚠️ Peringatan jujur: QAM adalah metode buatan sendiri yang belum diuji terhadap data sejarah panjang (belum di-backtest). Karena itu QAM tidak pernah dipakai sendirian — ia hanya 1 dari 4 suara, dan nilai wajar median-lah yang dipakai. Anggap QAM sebagai pendapat keempat di meja, bukan hakim tunggal.
Bagaimana Skor Kualitas Dihitung
Angka seperti 90.00 di kolom Verdict bukan tebakan — ia hasil menilai 12 aspek perusahaan, dikelompokkan jadi tiga rapor:
| Rapor | Isi singkatnya | Bobot |
|---|---|---|
| Kinerja | Untung tidak? Konsisten tidak? Uang kasnya nyata tidak? Rajin bagi dividen tidak? | 50% |
| Neraca & Modal | Utangnya terkendali? Modal kerjanya sehat? Belanja modalnya wajar? | 20% |
| Kualitatif | Punya "parit pertahanan" dari pesaing? Manajemennya bisa dipercaya? Industrinya cerah? | 30% |
Mengapa bobotnya dikunci begini?
Kinerja 50% — separuh nilai untuk bukti, bukan janji. Laba, arus kas, dan dividen selama 5 tahun adalah rekam jejak yang paling sulit dipalsukan. Untuk investor dividen, inilah pertanyaan utamanya: perusahaan ini sudah terbukti menghasilkan dan membagikan uang, atau baru bercerita akan melakukannya?
Neraca & Modal 20% — penjaga gawang, bukan pencetak gol. Neraca yang sehat tidak membuat kaya; neraca yang buruk bisa memiskinkan. Bobot rutinnya sengaja kecil karena bahaya neraca yang benar-benar fatal — utang menggunung, ekuitas negatif — sudah dijaga oleh sistem veto di bawah, yang memangkas skor jauh lebih kejam daripada bobot 20% mana pun.
Kualitatif 30% — masa depan, dengan rem. Angka 5 tahun ke belakang tidak menjamin 5 tahun ke depan; parit pertahanan, manajemen, dan arah industri-lah penentunya. Tapi ketiganya adalah penilaian manusia, bukan angka yang bisa diverifikasi — maka bobotnya besar, namun sengaja tidak dibiarkan melebihi gabungan angka keras (70%). Pendapat tidak boleh mengalahkan bukti.
Angka keuangan tidak dinilai dari satu tahun saja, melainkan 5 tahun — dan yang dipakai umumnya nilai tengah, bukan tahun terbaik. Perusahaan tidak bisa numpang pamer satu tahun emas.
Penyesuaian ukuran perusahaan
Perusahaan raksasa (nilai pasar > Rp 200 triliun, seperti bank besar) mendapat skor penuh. Makin kecil perusahaannya, skor dipangkas bertahap — sampai 30% untuk yang terkecil. Alasannya sederhana: perusahaan kecil lebih rapuh — lebih mudah terguncang krisis, lebih sulit mendapat pendanaan, lebih sedikit disorot publik. Dua perusahaan dengan rapor sama persis, yang kecil tetap lebih berisiko.
Sistem veto: pelanggaran fatal = plafon skor
Ini bagian terpenting. Ada dosa-dosa tertentu yang tidak bisa ditebus oleh prestasi lain — sebagus apa pun rapor sisanya, skor dipaksa mentok di plafon:
- Tanda kecurangan atau tata kelola busuk → skor maksimal 25. Titik.
- Memangkas/menghentikan dividen saat merugi → skor maksimal 60. (Penting untuk gaya dividen Ayah: perusahaan yang meninggalkan pemegang sahamnya saat susah, dicap di sini.)
- Laba sedang di puncak siklus komoditas → skor maksimal 70. Perusahaan tambang yang tahun lalu untung besar karena harga komoditas meroket bukan berarti bisnisnya hebat — begitu harga normal, labanya ikut turun. Sistem mendeteksi ini dan menahan skornya agar tidak silau.
Contoh nyata di aplikasi: LPPF skornya tepat 40.00. Angka bulat persis di 40 itu bukan kebetulan — itu plafon veto yang sedang bekerja (angka keuangannya terdistorsi oleh ekuitas yang tidak normal, sehingga rasio-rasionya menipu). Kalau Ayah melihat skor yang mentok di angka bulat seperti 25, 40, 60 — kemungkinan besar ada veto aktif, dan itu justru informasi paling berharga di baris tersebut.
Dari skor ke label
Skor akhir 0–100 diterjemahkan ke label yang Ayah lihat di Screener: Excellent ≥ 80 · Good 65–79 · Average 50–64 · Poor < 50. Label inilah yang bertemu dengan taksiran harga (bagian QAM di atas) untuk menghasilkan badge akhir — tabelnya ada di bagian Panduan Membaca.